13/07/08

ISTILAH-ISTILAH DALAM SEX

Pernahkan saat hang out dengan teman-teman dan membahas tentang masalah seputar seks dan pola bercinta, anda tak mengetahui apa yang mereka bicarakan atau merasa tak familiar dengan istilah yang mereka lontarkan? Bahkan mungkin saat anda ngobrol dengan kekasih dan dia meminta sesuatu dengan istilah seks yang terasa asing bagi anda. Mau bertanya tapi malu ditertawain dan dibilang telmi? So, don’t worry, berikut ini ada beberapa istilah seks yang patut anda ketahui. tapi jangan heran dan tertawa apalagi hornie ini hanya sebuah pengetahuan tentang sex saja yang bagi anda kawula muda masih bingung tentang istilah ini.

1. Anilingus
Istilah ini berhubungan dengan oral sex di seputar anus. Namun tetap harus anda ingat anilingus sangat beresiko, karena berhubungan seks melalui anus sangat rentan terhadap bakteri dan mudah menyebarkan infeksi.

2. Barebacking
Barebacking melibatkan sexual penetration tanpa menggunakan alat pengaman (kondom). Istilah ini biasanya berhubungan dengan hubungan seks anal dan vaginal seks.

3. BDSM
BDSM adalah acronim dari Bondage and Discipline, Sadism and Masochism. Istilah ini berkaitan dengan penggabungan praktek seksual yang melibatkan rasa sakit dan unsur-unsur kekerasan saat berhubungan seks, melukai pasangan atau diri sendiri untuk mencapai kepuasan saat berhubungan seks.

4. Bukkake
Bukkake berhubungan dengan “facial,” istilah ini berkait dengan ejakulasi pada wajah wanita. Bukkake merupakan tindakan dimana pria berejakulasi di wajah pasangannya, aksi seperti ini banyak kita jumpai di film-film blue produksi Jepang.

5. Dental dam
Istilah ini biasanya sering kita jumpai pada oral seks wanita, sebuah dental dam biasanya terbuat dari sheer latex dan digunakan sebagai sebuah pelindung seks cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Miss. V.

6. Dirty Sanchez
Istilah yang merujuk pada praktek seks yang jarang sekali bisa membuat seseorang berselera untuk melakukannya.
a. berhubungan seks dimana seorang wanita mengoral organ seks pasangannya setelah terlebih dahulu melakukan anal seks.
b. Melap Mr. P atau tangan anda dengan ‘miliiknya’ setelah sebelumnya dimasukkan di anusnya. Seperti halnya anilingus, Dirty Sanchez beresiko tinggi dan dengan mudah menyebarkan infeksi karena bakteri yang terdapat di anus.

7. Edgeplay
Edgeplay, sesuatu yang diasumsikan sebagi sebuah perilaku seksual yang berbahaya dan beresiko.

8. Felching
Felching yaitu ejakulasi secara tiba-tiba ke anus wanita dan menghisap dan menjilat air mani yang keluar.

9. Frottage
Sebuah istilah yang mewakili perilaku seksual yang lebih halus dibanding perilaku seksual sebelumnya. Frottage merujuk pada sebuah gerakan saling menggosok untuk meraih kenimatan seksual tanpa sekalipun melakukan penetrasi. Frottage juga disebut dry humping.

10. Pearl necklace
Istilah yang diberikan saat seorang pria berejakulasi disekitar atau didekat leher wanita dan membentuknya menyerupai kalung mutiara pearl necklace.

11. Pudendum (pudenda)
Istilah yang digunakan untuk menyebut organ genital luar wanita: vulva

12. Queef
Queef berhubungan dengan kentut pada vagina. Kadang, saat Mr. P menjelajah keluar masuk Ms V secara berkala, udara akan terjebak dalam dinding Ms. V yang memicu udara keluar, bisanya dikenal dengan kentut. Tak seperti model anal seks, Queef tak menyebabkan bau, dan tidak terlalu beresiko menyebarkan bakteri.

13. Shrimping
Tak semua orang menyukai atau menyertakan gaya bercinta model ini, shrimping, merujuk pada tindakan menghisap dan menjilat jari-jari kaki pasangan sebelum atau sesudah berhubungan seks. Memang tak semua pasangan menyukai hal ini, namun wanita menyukai kaki mereka disentuh, dipijat, bahkan dihisap ataupun dijilat. Beranggapan bahwa kaki mereka benar-benar bersih, para wanita mengaku jika mereka menyukai pasangan mereka lebih memperhatikan telapak kaki, tumit maupun jari-jari kaki mereka, menggelitiknya dan membuatnya kegirangan, karena rasa sensitif pada jari-jari dan telapak kaki.

14. Smegma
Substansi yang menyerupai dadih berwarna putih yang keluar melalui kelenjar sebaceous pada Mr. P yang terkumpul dibawah kulup zakar penis pria yang tak sunat. Sedikit sekali jumlah dari susbtasi tersebut yang berguna untuk penis, biasanya substansi ini terdapat pada Mr. P yang jarang dibersihkan.

15. Snowballing
Seringkali seks oral disebut sebagai bagian proses foreplay. Dimana melibatkan alat kelamin dan mulut. Seks oral bagi wanita disebut dengan cunnilingus. Cunnilingus ialah memberikan perangsangan pada alat kelamin wanita dengan menggunakan lidah pada Ms. V. Sementara seks oral bagi pria disebut dengan fellatio. Fellatio adalah memberikan perangsangan pad Mr.P dengan cara diisap, dijilat dan dicium.
Snowballing, sebuah istilah dimana wanita melakukan fellatio pada pria dan dia berejakulasi, wanita akan menjaga cairan yang keluar saat ejakulasi dalam mulutnya dan mulai menciumnya. Saat berciuman, cairan akan saling berpindah dari mulut wanita ke pria, sampai salah satu menelan cairan tersebut.

baca selanjutnya..

SEX BEBAS

Kata Seks Bebas sebenarnya dibuat agar jelas bahwa semua penganutnya bebas memilih pasangannya dengan bebas, bisa berganti-ganti pasangan kapan pun mereka mau, tanpa terikat hubungan perkawinan. Jelas bahwa hubungan macam itu masih tabu di Indonesia, walaupun mulai biasa di kota-kota besar di Indonesia. Tapi pernahkah anda berpikir bahwa ada makna lain yang bisa kita ambil dari kata Seks Bebas itu sendiri. Bukankah itu bisa berarti hubungan seks yang bebas, bebas dari perasaan-perasaan yang akan membebani bila kita melakukannya dalam sebuah keterikatan, entah keterikatan pernikahan atau keterikatan dalam hal cinta secara umum. Bahwa Seks Bebas berarti anda bisa melakukannya dengan seseorang yang anda suka, dan orang tersebut juga mau, lalu bisa mengobrol keesokan harinya tanpa ada perasaan bersalah dan rasa terikat yang biasa akan terjadi dari hubungan seks yang “biasa”.

Dari hubungan seks yang “biasa” biasanya anda bahkan akan terikat oleh rasa tanggung jawab terhadap lawan jenis anda, apalagi bila anda adalah kaum Adam, di mana sekarang masih dianggap bahwa dalam sebuah hubungan seks yang tidak terduga pasti ada unsur pemaksaan dari kaum lelaki di dalamnya. Bukankah kita merasa takut bila suatu saat rekan seks kita akan menuntut pertanggungjawaban dari ikatan yang kita buat secara tidak
sengaja dari hubungan seks tersebut? Karena itulah seks bebas, bisa saya artikan sebagai seks yang bebas dari rasa-rasa tanggung jawab tersebut, atau dengan kata lain yang lebih jelas, bahwa seks bebas itu dilakukan dengan segala kenikmatan dan keindahan seks itu sendiri tanpa dibebani oleh omong kosong-omong kosong tentang cinta, tanggung-jawab, dan tanpa segala intrik-intrik yang digunakan oleh rekan kita untuk mengikat kita.

Mungkin anda bertanya, bahwa dari definisi saya di atas berarti saya lebih mempersempit lagi definisi seks bebas dari definisi yang dianut pada umumnya. Di mana definisi pada umumnya adalah hubungan seks yang di lakukan pranikah, atau premarital sex, saya persempit lagi menjadi hubungan seks yang hanya sekali-sekali saja, yang menghilangkan segala bentuk dominasi lain di luar seks itu sendiri, sehingga seks itu hanya menjadi sebuah kegiatan penyaluran nafsu antar dua orang berlawanan jenis atau sejenis. Memang itulah tujuan saya, untuk membuat definisi baru tentang seks, seks yang Bebas. Itu berarti saya tidak mengkategorikan pasangan-pasangan muda yang tinggal bersama dalam cinta, namun belum menikah, tidak termasuk dalam kategori saya sebagai penganut
seks bebas? Atau seorang gadis yang rela menyerahkan keperawanannya pada pacarnya yang juga masih perjaka sebagai pelaku praktek seks bebas? Atau seorang pria yang menyalurkan nafsunya dengan membayar sejumlah uang kepada pelacur jalanan?Tidak. Saya tegaskan sekali lagi, mereka TIDAK termasuk dalam kategori pelaku seks bebas. Akan saya jelaskan alasannya.

Living Together bukan berarti bebas, karena secara teknis mereka itu menikah, walaupun tanpa upacara. Tanggung jawab mereka besar, mereka harus menahan diri untuk tidak berselingkuh, rasa takut mereka juga besar bila mereka memutuskan untuk tidak mempunyai anak, ketakutan bahwa suatu saat sang perempuan akan hamil tiba-tiba, juga rasa tidak nyaman karena mereka harus bersetubuh dengan alat-alat kontrasepsi, sekalipun hanya tinggal menelan pil KB , tetap saja sang perempuan takut tubuhnya
akan melar akibat penggunaan pil KB tersebut. Jadi anda mengerti bukan?

Kumpul kebo bukanlah sebuah praktik seks bebas, karena begitu banyak hal yang menginterupsi seks dalam praktek kumpul kebo seperti yang sudah saya ungkapkan di atas: rasa tanggung jawab, rasa takut akan kehamilan, rasa khawatir akan perselingkuhan, dll. Seperti saya katakan, kumpul kebo adalah sebuah pernikahan. Yang membedakannya adalah bahwa ia tidak menggunakan upacara, dan yang lebih penting, proses perceraiannya akan jauh lebih mudah (karena itu banyak pasangan yang menganutnya).

Berikutnya saya akan menjelaskan masalah yang kedua, mengapa hubungan seks antar sang perjaka dan sang perawan yang belum diikat tali pernikahan, tidak saya kategorikan sebagai sebuah praktek seks bebas. Mungkin anda sudah bisa menduga jawabannya. Di manapun, dibelahan dunia manapun, orang tentu ingin mengingat saat pertamanya. Karena itu hubungan seks antara seorang perawan dan seorang perjaka, atau antara
perawan dan non perjaka, atau sebaliknya, tentu akan diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan sbb: Apakah dia orang yang tepat? Apakah ini akan menyakitkan? Apakah ini mengerikan? Apakah hubungan seks ini akan nikmat? Apakah dia akan bertahan lama? Apakah benar dia masih perawan? Apakah benar kemaluannya sepanjang kata teman-temanku? Apakah aku akan terus berpacaran dengannya sampai ke jenjang pernikahan? Apakah aku akan hamil? Apakah aku dapat memuaskannya? dan pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya yang akan mengganggu jalannya hubungan seks itu sendiri.

Mungkin ada beberapa orang yang pertanyaannya muncul setelah mereka berhubungan seks, sebelum mulai berhubungan, pada saat foreplay, atau bahkan pada saat tengah-tengah persetubuhan. Semuanya itu menganggu, mengganggu kemurnian seks itu sendiri. Bahkan pertanyaan-pertanyaan ini juga bisa menggangu pasangan-pasangan yang baru menikah dan akan melakukan malam pertamanya, tapi bukan itu yang akan saya bahas di sini. Jelas bahwa first time sex itu bukan seks yang bebas, melainkan seks
yang penuh dengan pertanyaan, penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan ketidakpastian, dan sekali lagi saya tekankan, hal-hal seperti itu menginterupsi kemurnian seks.Masalah ketiga, yaitu praktek prostitusi. Apakah termasuk dalam praktek seks bebas? Tidak. Mengapa? Sebagian besar dari anda pasti bertanya-tanya. Mungkin menurut anda hal ini tidak masuk akal, karena dalam praktek prostitusi seorang pelanggan sudah menunaikan tanggung jawabnya dengan cara membayar, dan dengan demikian dia dapat
melakukan seks sebebas-bebasnya tanpa beban. Tapi bagaimana jika kita lihat dari sudut pandang si pelacur. Kemungkinannya kecil sekali pelacur tersebut akan menikmatinya seperti sang pelanggan menikmatinya. Mungkin karena pelanggan tersebut terlalu tidak menarik sehingga tidak merangsangnya, bisa juga karena pelacur tersebut sudah bekerja seharian sehingga moodnya berkurang, atau bisa juga karena ia sudah terlalu terbiasa dengan persetubuhan sehingga ia tidak lagi menikmatinya. Kita lihat tidak ada hubungan suka sama suka di sini. Di sini hanya ada hubungan antara pelanggan dan penjual, sang penguasa dengan bawahan, the dominator and the dominated. Hanya itu saja yang terjadi. Seks yang hanya dinikmati oleh satu pihak saja bukanlah murni seks. Mungkin ia akan menjadi murni seks di satu pihak namun hanya akan menjadi sampah, kesakitan, dan rasa jijik dari pihak satunya.

Seks melibatkan dua pihak -atau bisa juga lebih dari dua pihak- agar menjadi seks yang murni. Hal ini sama saja dengan pemerkosaan, hanya saja pihak yang diperkosa sudah menyerahkan dirinya untuk diperkosa. Dan apakah pemerkosaan itu termasuk dalam praktek seks bebas? Jelas tidak! Fucking No! Itu tindak kriminal terhadap jiwa dan raga yang diperkosa, juga pelecehan terhadap arti seks itu sendiri. Pemerkosaan seakan-akan
meletakkan hubungan seks di urutan terbawah, setelah necrophilia dan zoophilia. Sama sekali tidak ada keindahan seks di dalamnya, dan malah mengakibatkan penderitaan di pihak lainnya. Tentu saja kata-kata saya barusan tidak akan berlaku bila yang diperkosa ternyata belakangan menikmatinya. Juga kata-kata saya sebelumnya lagi tidak akan berlaku
bila pelacur tersebut menikmati pelanggannya, yang sedemikian tampannya sehingga ia tidak harus berpura-pura mencapai orgasme, atau sedemikian cantiknya sehingga ia tidak usah mengkonsumsi viagra lebih dulu. Memang praktek prostitusi bisa juga dikategorikan sebagai seks yang bebas, tapi itu hanya kemungkinan kecil. Saya pribadi tidak akan menganjurkan anda untuk terlibat dalam praktek prostitusi -baik sebagai pelanggan atau
penjual- jika anda memang mencari hubungan seks yang murni. Tapi jika anda tidak tertarik dengan pure sex, tidak ada salahnya untuk terlibat.

Dari pernyataan-pernyataan saya di atas, kita bisa ambil beberapa poin penting untuk mengkategorikan apakah sebuah hubungan seks itu murni atau tidak.

1. Ikatan yang terjadi hanya pada saat persetubuhan, dan ikatan tersebut sirna setelah selesai berhubungan seks.
2. Hubungan seks tersebut harus tanpa syarat, tidak boleh ada maksud tertentu di dalamnya.
3. Tidak ada perbedaan kekuasaan di dalamnya. Tidak ada pendominasian dari pihak lain, semuanya rata.
4. Tidak ada ketakutan dan keragu-raguan di dalamnya, hanya murni keindahan seks itu sendiri.

Sekarang setelah anda mendapat garis besar dari tulisan saya, anda mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi dengan perasaan cinta yang selalu dilibatkan dalam sebuah hubungan seks, ke mana rasa sayang yang selalu mengiringi sebuah persetubuhan, ke mana rasa saling memiliki yang selalu mendorong terjadinya sebuah hubungan intim. Dari kata-kata saya di atas anda mungkin sudah menyimpulkan bahwa hubungan seks yang murni menurut saya berarti hanya fisik tanpa melibatkan perasaan. Tidak. Saya tidak bermaksud begitu. Saya tidak mencoba untuk bersikap romantis
sekarang, tapi saya juga percaya akan adanya perasaan-perasaan cinta di dalam seks. Lalu mengapa saya menulis topik yang sedemikian kejam di atas, seakan-akan saya mendiskreditkan cinta itu sendiri, seakan-akan saya mendewakan seks tanpa cinta, seakan-akan seks itu hanya penetrasi penis dengan vagina, oral seks, anal seks, dan variasi-variasi seks lainnya. Akan saya jelaskan mengapa.

Menurut saya cinta dan seks adalah dua hal yang terpisah. Bisa dinikmati sebagai satu kesatuan yang utuh, tapi lebih banyak dinikmati sendiri-sendiri dengan caranya sendiri-sendiri. Sepertinya cinta itu adalah krim coklat, sementara seks adalah coklat batang. Anda bisa mencelupkan coklat tersebut ke dalam krim coklat dan memakannya, atau memakannya sendiri-sendiri dan tetap menimbulkan perasaan nikmat. Anda
pasti bisa menikmati hubungan seks saja tanpa cinta, atau anda bisa melakukannya dengan pacar anda dan tenggelam dalam lautan cinta, atau anda bisa juga menikmati rasa cinta itu sendiri tanpa seks, merasakan indahnya disayangi dan dipercayai, menikmati rasa memiliki dan rasa tergantung pada orang lain. Itu semua terserah anda.

Seks bisa dimasuki unsur cinta di dalamnya dan bisa jadi akan lebih indah, tapi toh seks itu sendiri tanpa cinta tak akan apa-apa. Tapi tentu saja, sekali lagi saya tegaskan seks dengan cinta tidak termasuk dalam kategori seks bebas. Tidak boleh ada ikatan dalam seks bebas, sedangkan jika anda melakukannya dengan cinta berarti terjadi ikatan di dalamnya yang akan terbawa bahkan sesudah anda selesai berhubungan seks. Anda tidak bisa berpura-pura anda mencintai seseorang ketika anda bersetubuh dengan orang lain, lalu setelah selesai cinta itu hilang dengan sendirinya. Itu hanyalah nafsu yang berkamuflase sebagai cinta, dan jika ini yang terjadi, maka ini tetap termasuk seks bebas. Tapi jika
setelah anda melakukan sebuah hubungan seks anda ingin berbaring di sampingnya untuk selamanya, bila anda tetap ingin di sana memandangi wajahnya yang bagi anda seperti seorang dewi, bila anda ingin mengobrol dengannya sampai subuh dan berbagi isi hati dengannya, atau bila anda ingin waktu berhenti saat itu juga agar anda dapat menikmati saat indah ini selamanya, dan juga rasa ketakutan akan kehilangan pasangan anda yang amat sangat, maka anda tidak melakukan seks yang bebas dan seks anda jelas tidak murni. Seks anda telah terkontaminasi oleh sebuah perasaan yang disebut cinta. Dan jika hubungan seks anda tercemari oleh cinta, satu saja kata dari saya: Selamat! Anda mungkin telah memenangkan undian berhadiah dari dewa cinta yang berhadiah pasangan seumur hidup, pasangan di mana anda akan bisa berbagi seluruh rahasia anda tanpa takut
akan dikhianati olehnya, pasangan di mana anda akan menghabiskan hari tua anda bersamanya, pasangan yang akan ikut menikmati keindahan dunia ini sepenuhnya bersama anda, dan ikut mengutuk kebobrokan dunia bersama anda.

Anda mungkin telah memperoleh apa yang banyak dicari orang saat ini, yaitu belahan jiwa anda, tulang rusuk anda yang hilang, sumbat untuk menutup lubang-lubang di hati anda. Tapi itu semua hanya mungkin. Anda mungkin menemukan cinta sejati anda saat itu atau mungkin juga anda hanya terbawa perasaan saat itu. Dan jika anda termasuk yang kedua, itu tentu akan sangat menyakitkan. Semakin tinggi anda dilambungkan oleh cinta, akan semakin sakit ketika anda jatuh, tetapi jika anda bisa mengendalikan ketinggian anda, anda juga akan bisa menebak ke mana anda akan jatuh. Tetapi percayalah bahwa it’s worth to try, patut untuk dijalani. Minumlah air cinta ini sampai anda mabuk, dan anda akan tidur
dan bermimpi indah, lalu bangun dengan segala keindahan dunia menyertai anda atau jika anda tidak beruntung, anda akan bangun dengan penuh kesengsaraan dan sakit kepala yang berkepanjangan. Minumlah air cinta beberapa gelas saja sampai setengah mabuk, dan anda akan tetap terjaga dan tetap bisa menikmati keindahan cinta atau anda akan tertidur dan kehilangan cinta tersebut. Minumlah nol gelas air cinta, dan anda terhindar dari rasa sakit atau anda merugi karenanya. Terserah anda mau pilih yang mana, tapi yang saya coba tekankan di sini adalah bahwa every action has its consequences, dan selama anda berani mengambil resikonya, it’s gonna be okay.

Sekarang setelah anda melihat sisi yang lain, anda pasti merasa bahwa tulisan saya di atas adalah tanpa makna, tanpa poin-poin yang jelas, tanpa tujuan, tanpa korelasi antara kata-kata yang satu dan yang lainnya, tanpa ide yang jelas, hanya sekedar rangkaian kata-kata yang tersambung secara acak tanpa urutan. Saya memang hanya menulis sampah di sini, tanpa ada maksud untuk menyinggung kalangan-kalangan tertentu,
entah dari kalangan religius, kaum politikus atau kaum homoseksual dan lesbian. Saya terbuka untuk segala macam masukan dari anda semua, kritik, saran, dan caci-maki. Saya bukan orang yang berkepala batu dan saya terbuka untuk segala macam perubahan.

Terima kasih.

*SEKIAN*

baca selanjutnya..